Saturday, June 03, 2017

KISAH MANJURNYA DOA SEORANG IBU

Bismillahirrahmanirrahim.
Oleh : Ustadz Herman B.
Dr Fauzia Addabbus, seorang psikolog yang amat populer di Kuwait 📝pernah menulis di Twitter tentang rahasia-rahasia doa seorang Ibu jika tiap malam ia mendoakan anak-anaknya.
📚Dan ternyata efek dari twitter itu telah mengubah jalan hidup banyak orang........
📡 Isi twitternya sebagai berikut:
📍 Aku menyumpahmu demi ALLOH wahai setiap Ibu , agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan ALLOH dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya ,
📍 dan aku menyumpahmu demi ALLOH agar engkau jangan jadi penghalang RidhoNya kepada anak-anakmu.
📍Dan aku memintamu wahai para ibu agar jangan engkau tidur tiap malam sebelum kau angkat kedua tanganmu sambil menyebut satu persatu nama anak-anakmu dan mengabarkan kepadaNya bahwa engkau ridho atas mereka masing-masing.
📝 Begini doanya:
اللهم إني أُشهدك أني راضية عن إبني/إبنتي (.....) تمام الرضا وكمال الرضا ومنتهي الرضا
فاللهم انزل رضوانك عليهم برضائي عنهم
 " ALLOHumma innii usyhiduka annii roodhiyah 'an ibnii/ibnatii (sebut nama anak-anakmu satu persatu) tamaamarridho wa kamaalarridho wa muntahayirridho. Fallahumma anzil ridhwaanaka 'alaihim biridhooii 'anhum"
📝(Ya ALLOH aku bersaksi kepadaMu bahwa aku ridho kepada anak2ku (sebutkan satu per satu nama anak2mu) dengan ridho paripurna, ridho yang sempurna dan ridho yang paling komplit. Maka turunkan ya ALLOH keridhoanMu kepada mereka demi ridhoku kepada mereka).
Kemudian setelah berselang beberapa minggu setelah Twitter tersebut tiba-tiba aku dikejutkan oleh seorang ibu yang berkata bahwa aku telah mengubah kehidupannya secara total, dan sekarang dia merasa dalam kenikmatan yang tak terlukiskan karena akibat doa itu terhadap dia dan anak laki-lakinya yang berumur 22 tahun.

Maka berceritalah si Ibu itu:
" Sejak kelahiran anakku itu aku hidup dalam penderitaan karenanya.
Dia tak pernah sholat dan bahkan jarang mandi , dia sering berdebat panjang denganku, dan tak jarang dia membentakku dan tak menghormatiku, walaupun sudah sering aku mendoakannya. Maka ketika membaca twittermu aku berkata : mungkinkah omongan ini benar? tampaknya masuk akal?? dan seterusnya....
dan akhirnya kuputuskan untuk mencoba anjuranmu walaupun aku tak yakin bahkan mentertawaimu.
Lalu setelah seminggu mulai berubah nada suara putraku kepadaku, dan pertamakali dalam hidupku aku tertidur dalam kedamaian, dan didalam diriku ada sedikit syak?
Dan kemudian kudapati putraku mandi , padahal aku tak menyuruhnya.......
Minggu kedua dan aku terus mendoakannya sesuai anjuranmu, ia membukakan pintu untukku dan menyapaku "Apa kabar ibu?" dengan suara lembut yang tak pernah kudengar darinya sebelum itu.
Aku gembira tak terkira walaupun aku tak menunjukkan perasaanku kepadanya samasekali.....
4 jam kemudian aku menelponnya di ponselnya, dan ia menjawabku dengan nada yang berbeda dari biasanya : "Bu, aku disamping masjid dan aku baru akan sholat waktu ibu menelponku….”
Maka akupun tak mampu menahan tangisku , bagaimana mungkin ia yang tak pernah sholat , mulai sholat dan dengan lembut menanyaiku apa kabar??
Tak sabar aku menanti kedatangannya dan segera kutanyai sejak kapan engkau mulai sholat? Jawabnya; “Aku sendiri tak tahu Bu, waktu aku didekat masjid mendadak hatiku tergerak untuk sholat……………….”
Sejak itu kehidupanku berubah 180 derajat , dan anakku tak pernah lagi berteriak-teriak kepadaku dan sangat menghormatiku.
🎁 Tak pernah aku mengalami kebahagian seperti ini walaupun aku sebelumnya sering hadir di majelis-majelis zikir dan pengajian-pengajian…..
🎁Ibu adalah harta karun yang seharusnya tdk kita sia-siakan.
Betapa tidak? Karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga dia menganggap bahwa pusat-pusat bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anak-anaknya.
📌Padahal justru Doa Ibu adalah jalan tersingkat untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.
📌Jangan pernah bilang : "Ah anakku masih kecil , ngapain didoakan? Bagaimana jika engkau menunggu mereka makin besar dan dewasa, dan menjadi tua, disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , padahal mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi ?
🎁Jadi doakan mereka mulai sekarang , dan jadilah orang yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka.
🎁ALLOH telah
mengkaruniai kita para ibu sebagai wasilah bagi anak-anak kita dalam hubungan mereka dengan Allah melalui doa-doa kita untuk mereka. Kita bisa melakukannya kapanpun kita mau , dan kita bisa mengetuk pintuNya kapanpun kita mau dan ALLOH tak pernah mengantuk dan tak pernah tidur 😇😇😇
Repost by: Divisi Motivasi KLQ

Kredit untuk : Ildasari Daulay
[ + Comment ]
Ads/Iklan : Satu Kad Satu kelurga Satu Harga
Medical card Murah Gila harga dari serendah RM 67.00
Bergantung pada terma dan syarat* .
Call @ Wahsapp : 0167158499 - A.hbo

TIGA AMALAN ISTIMEWA , BEKAL MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP !!

Bismillahirrahmanirrahim.

Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.
Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan istimewa tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.
1. Istiqomah, yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.
Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:
عَنْ أَبِيْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُهُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ. رواه مسلم
“Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).
Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30,
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30).
2. Istikharah, yaitu selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan
Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.
Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah“. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).
Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).
Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.
Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:
أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدًا عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ. رواه البيهقي عن جابر
Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).
Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.
Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.
Nabi Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ
“Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat“. (HR. Thabrani dari Anas bin Malik).
3. Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul ‘Alamin.
Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.
Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridhoan Allah.
Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.
Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.
Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud ‘Alaihissalam, kepada kaumnya,
“Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud: 52).
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Aamiin.
(Muhammad Ali Aziz)

DOA PENDEK PALING BERKAH !!

Pendek tetapi.. Do'a ini..
Do'a yang *POWER*.

‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ أَلًْعَافِيَةً
*Allahumma inni as aluka al-'afiyah*.
Al-Abbas (R.A.) bapa saudara kpd Nabi (ﷺ) datang kepada Nabi (ﷺ) dan berkata : "Ya Rasulullah, ajarkanlah aku do'a," katanya.
Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai bapa saudara ku, bacalah :
‏أَلًْلّٰهُمَّ إِنِّي أَسأَلُكَ أَلًْعَافِيَة
*Allahumma inni as aluka al-'afiyah*.
(Ya Allah, aku memohon kepada MU 'afiyah).
Sekarang apa yang 'Afiyah..???
'Afiyah bermaksud :
"Untuk menyelamatkan diri daripada sebarang kesusahan yg menimpa".
👉Untuk menjadi sihat, kita perlu berada di dalam 'afiyah.
👉Untuk mempunyai wang yg cukup, kita haruslah berada di dalam 'afiyah.
👉Untuk terus hidup sejahtera, kita seharusnya berada di dalam 'afiyah.
👉Untuk mahukan anak2 kita di lindungi, kita perlu berada di dalam 'afiyah.
👉Dan jika kita sudah diampuni dan tidak dihukum, kita berada dalam 'afiyah.
Jadi, pada asasnya 'Afiyah itu bermaksud :
"Ya Allah, lindungilah aku daripada apa-apa kesakitan, kesusahan dan segala penderitaan".
Ini termasuk utk di dunia dan di akhirat.
Al-Abbas (R.A.) berfikir tentang ini untuk seketika, dan kemudian dia datang kembali kpd Nabi (ﷺ) selepas beberapa hari lalu dia berkata :
"Ya Rasulullah, do'a ini seolah-olah sedikit pendek. Saya mahu sesuatu yang lebih besar."
Nabi (ﷺ) lalu berkata : "Wahai bapa saudara ku yang dikasihi, mohonlah kepada Allah untuk 'Afiyah, maka anda tidak boleh diberi apa-apa yg lebih baik daripada 'afiyah. Ia adalah satu do'a yang mudah namun terbaik."
Yang Benar adalah setiap yg bermakna dari apa yang anda katakan (pohon) ketika berdo'a.
"Ya Allah, aku memohon kepada-MU agar aku selamat daripada sebarang kesusahan, kesulitan, kesedihan, bahaya (musibah) dan janganlah ENGKAU menguji aku dan lain-lain yg berat."
Semua ini termasuk di dalam "Allahumma inni as aluka al-'afiyah"
~ (Riyadh As Saliheen, Sunan At-Tirmidzi)
Nabi Muhammad (ﷺ) berkata : "Sampaikan lah daripada aku, walaupun ia adalah satu ayat."
Semoga bermanfaat..
#Sebarkan semoga pahala terus mengalir buat bekalan kita kelak. Aamiin.

Monday, December 15, 2014

INDAHNYA BERZIKIR ..

Bismillahirahmanirrahim,
Assalamualaikum,
Tazkirah pagi,

Dari Ibn Abbas r.a meriwayatkan bahawa nabi SAW bersabda: Empat perkara barang siapa mendapatinya sesunggunya dia telah mendapat kebaikan didunia dan diakhirat .Hati yang sentiasa bersyukur,lidah yang sentiasa berzikir ,Badan yang sentiasa bersabar dalam menanggung kesusahan,Isteri yang sentiasa menjaga dari kianat dirinya dan pada harta suaminya.
(HR.Tabrani)

-HBO-16/12/14