Friday, June 09, 2017

MAKNA BACAAN DALAM SOLAT

Mintak maaf semua. Untuk sama-sama ulangkaji. Ada orang dah solat berpuluh tahun, tapi still tak tahu maksud atau makna bacaan dalam solat yang diorang buat (ramai sebenarnya). Tak hairan la kalau tak kusyuk dalam sembahyang. Oleh itu, marilah kita renung-renungkan dan paham-pahamkan setiap rangkap yang kita sebut sewaktu kita solat
Takbiratul-Ihram / Takbir:
Allah Maha Besar.
Doa Iftitah:
Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya. Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi, dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik. Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku, matiku adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.
Al-Fatihah:
Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pemurah lagi maha mengasihani. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
Bacaan ketika
rukuk:
Maha Suci TuhanKu Yang Maha Besar dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika
bangun dari rukuk:
Allah mendengar pujian orang yang memujinya.
Bacaan ketika
iktidal:
Wahai Tuhan kami bagi Engkaulah segala pujian.
Bacaan ketika
sujud:
Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.
Bacaan ketika
duduk di antara dua sujud:
Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah daku, lindungilah daku, angkatlah darjatku, rezekikan daku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah daku dan maafkanlah akan daku.
Bacaan ketika
Tahiyat Awal:
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.
Bacaan ketika
Tahiyat Akhir:
Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.
Semoga bermanafaat utk kita bersama!
"ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA"
Banyak sekali orang yang tegesa-gesa ketika membaca Al-Fatihah di saat solat tanpa toma'ninah, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan solatnya.
Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT ber-Firman:
"Aku membahagi al-Fatihah menjadi dua bahagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."
■ Ertinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat ke bawahnya adalah urusan Hamba-Nya.
■ Ketika Kita mengucapkan "AlhamdulillahiRabbil 'alamin".
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim".
Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin".
Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."
■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”.
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan Hamba-Ku.”
■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”
Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (Hadis Riwayat Muslim dan At-Tirmidzi)
■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat.
Rasakanlah jawaban indah dari Allah kerana Allah sedang menjawab ucapan kita.
■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.” (Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud)
Sahabat jika artikel ini bermanfaat silakan dikongsikan, sampaikan walau satu ayat
Sabda Rasulullah SAW;
"Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada."
(Hadis Riwayat Muslim)

Thursday, June 08, 2017

RAHSIA INDAH BULAN RAMADHAN

Bismillahirrahmanirrahim.

🌼RAHASIA INDAH BULAN RAMADHAN🌼
Oleh Abu Hashif

الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

》Kesempatan Untuk Membakar Dosa-Dosa.

Allah Ta'ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ

SYAHRU ROMADHOONALLADZII UNZILA FIIHIL QUR'AANU HUDAN LINNAASI WABAYYINAATI MINAL HIDAA WAL FURQOONI

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)".
(QS. Al-Baqarah: 185)

Bulan tersebut dinamai dengan ramadhan dikarenakan membakar dosa-dosa, yaitu membakar dosa-dosa itu dengan amal-amal shaleh.
(Tafsir ar-Razi)

Setelah Allah mempertemukan kita dengan bulan ramadhan yang mulia ini, yang penuh berkah, maka kesempatan emas bagi kita untuk memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah Shollallaahu 'alaihi wa sallaam bersabda:

...وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَه ..
رواه الترمذي ورواه البخاري في الأدب المفرد، 222،/ح 644/ب. 281 وصححه الألبان

... WA ROGHIMA ANFU ROJULIN DAKHOLA 'ALAIHI ROMADHOONU TSUMMAN SALAKHO QOBLA AN-YUGHFARO LAHU...
(ROWAAHU AT-TIRMIDZIYYY WA ROWAAHUL BUKHOORIYYU FIL ADAABUL MIFROD.

"Dan celakalah seseorang yg kedatangan bulan Romadhon kemudian berlalu (Romadhan) sebelum diampuni dosa-dosanya".
(HR. At-Tirmidzy dan Al-Bukhory dalam Al-Adabul Mufrod dan disohihkan Al-Albany)

Memanfaatkan bulan ramadhan dengan memperbanyak amal shaleh yang kita harapkan dapat membakar dosa-dosa kita, dan Makna berkenan tuk mengampuninya.

Dan tentunya dengan memperbanyak taubat kepada Allah Ta'ala,, karena taubat merupakan salah satu sebab meraih keberuntungan.

Allah Ta'ala berfirman:

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

WA TUUBUU ILLALLAAHI JAMII'AN AYYUHAL MU'MINUUNA LA'ALLAKUM TUFLIHUUNA.

"Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung".
(QS. An-Nur: 31)

Semoga Allah Ta'ala memberikan kita kemudahan dalam beramal shaleh, dan taubat kepadanya, Dan Allah Ta'laa menerima amal ibadah kita semua.

Wallaahu A'lam
Wallaahu Waliyyut Taufiq

Semoga bermanfaat bagi Penulis dan bagi Para Pembaca Yang Budiman. Baarokallaahu Fiikum. Hadanallaahu Wa Iyyaakum Jamii'an. Yassarallaahu Lanal Khairo Haitsumaa Kunna.

¤¤ AD-DIINU AN-NASHIIHAH ¤¤

*Abu Hashif*
*Muwajjih Rumah Dakwah Indonesia*

BOOKING HOTEL ONLINE

AGODA : ONLINE HOTEL DEALIS : SPECIAL RATES ON AGODA : FINE CHEAP HOTEL AGODA DEALS : Guaranteed lowest prices on hotels, hostels, resorts & vacation rentals. 1376639 hotels worldwide, over 15000000 reviews. Fast and secure with lowest rates!
CLICK HERE FOR INSTANT ACCESS .

KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA

Bismillahirrahmanirrahim.
🌼 KEUTAMAAN ILMU ATAS HARTA 🌼

Hidup di dunia sementara, dunia ini akan fana dan akan ditinggalkan menuju kampung akherat, cepat atau lambat.
Manusia berbeda-beda usahanya di dunia ini, ada yang hidupnya berorentasi untuk akherat yaitu dengan beribadah, beramal shalih, menuntut ilmu. Adapula yang berorentasi untuk dunia, yaitu dengan mengejar syahwat dunia yang berupa wanita, jabatan, harta, dll.
Perbedaan orentasi dan hasrat itu karena perbedaan ilmu dan persepsi manusia. Kata “sukses” ini berbeda makna jika dikembalikan kepada masing-masing orang. Umumnya di masyarakat bahwa orang dikatakan “sukses” adalah orang yang berhasil dalam pekerjaannya, bekerja ditempat yang “basah”, gajinya besar dan tinggi kedudukannya? oleh karena itu tidak mengherankan, mereka menyekolahkan anak-anaknya disekolah yang bonafide untuk kemajuan karier mereka nanti tanpa mempertimbangkan kecukupan pendidikan agama dan akhlak mereka.
Ketika melihat orang belajar di pesantren, mereka katakan, mau jadi apa belajar di pesantren? apa bisa kaya jika belajar di pesantren?
Ketika anaknya di terima di sekolah favorite, misalnya SMA N 1, mereka sangat gembira, apalagi nanti bisa diterima di Universitas ternama dan jurusan bergengsi, mereka sangat bangga dan bahagia, karena di kemudian hari nanti anaknya akan bisa mencapai karier tinggi.
Jika anak gadisnya mau dilamar oleh seorang pemuda, maka pertama kali yang ditanyakan adalah apakah pemuda itu dari keluarga terpandang dan kaya? Apa pekerjaannya? Gajinya berapa? Sudah punya rumah belum? Adapun pertanyaan apakah dia shalih, taat, berilmu itu nomor sekian.
Maka dari sini, pentingnya untuk mengkaji masalah ini dan membandingkan antara ilmu agama dengan harta itu lebih utama mana?
Kalau dilihat dari kacamata syariat Islam, tidak diragukan lagi bahwa ilmu syar’i lebih utama dari harta, banyak di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits yang menjelaskan tentang keutamaan ilmu.
Agar tampak jelas keutamaan ilmu atas harta maka perlu dibahas perbandingan dari keduanya, sebagai berikut:
✅1. Ilmu lebih utama dari harta, karena keberadaan ilmu adalah warisan para rasul dan nabi-nabi. Sementara harta berupa emas, perak dan permata dilungsurkan oleh Fir'aun, Qarun, raja-raja, orang-orang kaya,
Di dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
✅2. Ilmu menjaga pemiliknya, sedang pemilik harta bersusah payah memelihara kekayaannya, karena ilmu yang bermanfaat akan membimbing pemiliknya dari penyimpangan, sedangkan harta butuh untuk dijaga agar tidak hilang atau dicuri. Sehingga pemilik harta ketika keluar dari rumah takut hartanya dirampok, adapun pemilik ilmu tidak takut dirampok.
✅3. Allah Ta’ala mengangkat derajat para ahli ilmu, bukan pemilik harta,
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” [Al-Mujaadilah : 11]
Di zaman dahulu ada seseorang yang lehernya cacat, dan ia selalu menjadi bahan ejekan dan tertawaan. Kemudian ibunya berkata kepadanya, “Hendaklah engkau menuntut ilmu, niscaya Allah akan mengangkat derajatmu.” Sejak itulah, orang itu belajar ilmu syar’i hingga ia menjadi orang alim, sehingga ia diangkat menjadi Qadhi (Hakim) di Makkah selama 20 (dua puluh) tahun. Apabila ada orang yang berperkara duduk di hadapannya, maka gemetarlah tubuhnya hingga ia berdiri. al-‘Ilmu Fadhluhu wa Syarafuhu (hal. 220-221).
✅4. Ilmu adalah nikmat yang paling agung yang jauh dari pada nikmat harta. Lihatlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam diberikan nikmat yang besar dengan ilmu, bukan dengan harta, Allah Ta’ala
berfirman:
وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا
“… Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Qur-an) dan hikmah (As-Sunnah) kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar.” [An-Nisaa’: 113]
✅5. Orang Yang Berilmu Dikecualikan Dari Laknat Allah, keistimewan ini tidak dimiliki oleh pemilik harta, Di dalam hadits dari Abu Hurairah radhi-yallaahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلَّا ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِـمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ.
“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.’” H.R. at-Tirmidzi.
✅6. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam diperintahkan Allah Ta’ala untuk meminta tambahan ilmu, bukan tambahan harta, ini menunjukkan keutamaan ilmu,
وَقُل رَّبِّ زِدْنِي
“dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." Q.S. Taha: 114.
✅7. Menuntut Ilmu Akan Membawa Kepada Kebersihan Hati, Kemuliaannya, Kehidupannya, Dan Cahayanya, berbeda dengan pencari harta. Orang yang menuntut ilmu akan bertambah rasa takut dan taqwanya kepada Allah Ta'ala. Hal ini berbeda dengan orang yang disibukkan oleh harta dan dunia, padahal harta tidak membersihkan dirinya, tidak menambah sifat kesempurnaan dirinya, yang ada hatinya akan menjadi tamak, rakus, dan kikir.
✅8. Menuntut Ilmu Adalah Jihad Di Jalan Allah Dan Orang Yang Menuntut Ilmu Laksana Mujahid Di Jalan Allah Ta’ala, berbeda dengan pencari harta yang tidak termasuk jihad fi sabilillah.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ لِيُعَلِّمَهُ كَانَ كَالْـمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ.
“Barangsiapa yang memasuki masjid kami ini (masjid Nabawi) dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka ia laksana orang yang berjihad di jalan Allah Ta’ala. Dan barangsiapa yang memasukinya dengan tujuan selain itu, maka ia laksana orang yang sedang melihat sesuatu yang bukan miliknya.” Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 87-at-Ta’liiqaatul Hisaan), Ibnu Majah (no. 227), Ahmad (II/350, 526-527), Ibnu Abi Syaibah (no. 33061), dan al-Hakim (I/91), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.
✅9. Mencintai ilmu dan memilikinya adalah mata air kebajikan. Adapun mencintai harta, baik di kala berpunya maupun papa, adalah sumber keburukan. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ
“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya faham tentang agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
✅10. Kekayaan akan berkurang jika dibelanjakan, sedangkan pengetahuan akan bertambah jika dibagikan atau diajarkan.
✅11. Nilai orang kaya ada pada hartanya dan nilai orang yang berilmu ada pada ilmunya. Apabila hartanya lenyap, lenyaplah nilainya dan tidak tersisa tanpa nilai, sedangkan orang yang berilmu nilai dirinya tetap langgeng, bahkan nilainya akan terus bertambah.
✅12. Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan, lalu dibekali ilmu, dan bukannya harta sehingga membuatnya unggul di hadapan malaikat dan menerima sujud penghormatan mereka.
✅13. Harta dapat diperoleh orang-orang mukmin maupun kafir, orang baik maupun orang jahat. Sedangkan ilmu yang bermanfaat hanya dapat diperoleh orang-orang yang baik dan beriman.
✅14. Orang yang tamak ilmu, maka dia terpuji, berbeda dengan orang yang tamak harta, karena dia tercela.
✅15. Para pemilik harta mudah dijangkiti kesombongan hingga mengaku tuhan, Adapun para pemilik ilmu dikaruniai sifat takut kepada Allah dan rendah hati di harapan sesama insan."
Demikianlah di antara keutamaan ilmu atas harta, semoga hal ini bisa mengubah mainset kita, sehingga lebih mengutamakan ilmu daripada harta. wallahu a’lam.
🖋 Ustadz Agus Santoso, B.A., M.P.I

Kredit untuk : Ildasari Daulay
[ + Comment ]
ADA/IkLAN :SATU KAD SATU KELURGA SATU HARGA .
Medical card Murah Gila harga dari serendah RM 67.00
Bergantung pada terma dan syarat* .
Call @ Wahsapp : 0167158499 - A.hbo